Friday, March 2, 2018

Cerita 2 bulan

Sudah sekitar dua bulan, sejak mual mual itu melanda. Semua makanan baik enak maupun tidak enak, bersih maupun hasil jajan depan SD, acapkali dikeluarkan lagi. Dengar dengar, semua ini karena hormon. Yang akan mencapai puncak pada hari ke-100.

Selain mual, ada juga nyeri kepala cenut cemut di area frontal. Yang datangnya kadang bersamaan dengan perut yang terasa penuh sebelum tidur, atau juga ketika lapar. Dengar dengar juga, ini disebabkan oleh hormon yang sama.

Pernah suatu hari, sewaktu di jalan, mual itu datang. Saya berhenti dari motor, tanpa turun tetap di atas jok, memiringkan kepala ke kiri, dan sorrr. Keluar semua isi lambung.
Masih bersyukur karena tidak separah orang-orang lain yang sampai harus dehidrasi dan masuk rumah sakit. Saya masih bisa makan, masih bisa minum obat.

Lalu bagaimana dengan ngidam?
Sampai hari ini di dunia kedokteran belum ada bukti riil bahwa ngidam itu nyata. Maka sejak awal saya sudah mengatakan ke diri saya bahwa ngidam is for the weak. Dengan kondisi saya yang masih internship, maka sungguh ngidam ini bukan hal yang tidak membuat ribet. Menurut pribadi saya, ngidam adalah suatu masa ketika orang itu menginginkan sesuatu dan concomintantly dia hamil. Dan dia menjustifikasi itu sebagai ngidam, dan merupakan hal yang wajib didapatkan kalau tidak nanti anaknya ngeces lah.

Sejauh ini, teori ini masih berlaku buat saya. Saya tidak ada keinginan makan sesuatu spesifik, atau ingin pelihara kucing warna hitam dengan bulu xxx, semua berjalan seperti biasa.

No comments:

Post a Comment

Perjalanan #1